Pages

Rabu, 24 Desember 2014

Psikologi Manajemen #Bedah Film



Nama Kelompok

Dinda mauliasari     (12512185)
Dyah Wulandari      (12512337)
Nia Mulyani           (15512300)
Muhammad Fauzi  (14512785)
Riska Valentiani     (16512462)
Rizky Permatasari (16512618)
Sukma Ardiana     (17512186)

3PA07 

Top Secret, The Billionaire
 

Judul Film        : Top Secret: The Billionaire
Jenis film         : Drama Histori
Alur film           : Maju Mundur
Sutradara        : Songyos Sugmakanan
Produksi         : Kantana the Experienced
Tempat Terbit : Thailand
Tanggal Rilis  : 20 Oktober 2011


     Watak Tokoh    
Top Ittipat        : Pantang menyerah, ambisius, keras kepala
Paman             : Penolong dan Sabar
Lin                  : Memaksakan Kehendak, Egois
Ayah               : Pekerja Keras, Antagonis
Ibu                  : Sabar, Protagonis


   Ternyata film ini mengangkat kisah dari seorang pengusaha muda bernama Top Ittipat yang merupakan seorang pemuda yang mencetuskan ide pembuatan snack rumput laut bernama "Tao Kae Noi ". Snack yang selama ini banyak beredar di minimarket , ternyata pembuatnya itu orang Thailand.
Bercerita tentang TOP , seorang anak yang kecanduan bermain game online. Suatu hari ia di tawari oleh sesama gamers lain agar TOP mau menjual senjata milik Top padanya.  awalnya Top menolak , tetapi ternyata pria itu berani membayar Top sebanyak 30 baht, sehingga akhirnya Top menjualnya.Dari situlah Top mulai ketagihan berbisnis. Namun, hal itu tidak disetujui kedua orang tuanya belum lagi ketika mereka tahu jika anaknya tidak diterima di Universitas Negeri karena anaknya terlalu sibuk berambisi menjadi seorang pengusaha.
   Hingga suatu ketika , akun games online Top di hapus oleh admin game online karena dianggap akun Top telah disalahgunakan. Sejak saat itulah Top mulai beralih ke bisnis lain. Ia pernah mencoba usaha berjualan DVD player , berjualan kacang, hingga yang terakhir ini ia mendapat ide untuk menjual snack rumput laut.
 


   Namun, usahanya tak semudah yang ia bayangkan. Berkali- kali gagal tidak menyebabkan Top menyerah. Padahal uang untuk berbisnis juga sudah semakin menipis . Belum lagi rumah Top disita karena suatu hal. 
   Ayah dan ibu Top juga lebih memilih untuk pindah ke Cina. Top juga harus melunasi utang-utang ayahnya yang bisa dibilang cukup besar , sekitar 40 juta baht (atau 12 milyar rupiah kira-kira) Namun kegigihan Top yang tidak mau menyerah itu ternyata membuahkan hasil. Padahal perjuangan Top sebelum menghasilkan rumput laut yang enak itu memang sangat sulit. Setelah mendapat rumput laut yang cukup enak pun ternyata masih kurang,  Suatu hari ketika ia sedang mendengarkan strategi penjualan dari kaset rekaman, yang mengatakan bahwa.
”jika kamu berfikir akan kaya maka kamu akan kaya , jika kamu berfikir akan sukses maka kamu akan sukses. Cara berfikir yang baik akan memberikan kekuatan. Jadilah pribadi yang selalu berfikir positif dan selalu optimis. Strategi hutan rimba adalah tentang bagaimana menciptakan hubungan antara partener bisnis kita di setiap daerah, kita menciptakan kesempatan dimana-mana, kita menggerakan partner kita di setiap wilayah dengan demikian, konsumen kita akan terbentuk di mana-mana”. 
   Tiba-tiba ia mendapatkan sebuah ide saat ia berbelanja disebuah mini market 7eleven untuk membeli sebuah camilan. Top berinisiatif untuk menjual produknya dengan melakukan kerja sama dengan 7eleven. Namun 7eleven sendiri memiliki standar yang tinggi agar produk Top bisa dipasarkan. Setelah top menawarkan ke pihak menegemen 7eleven , dengan melakukan promosi strategi hutan rimba dan pihak 7eleven mengatakan bahwa.
  “Memulai sesuatu dari bawah terlebih dahulu, baru kemudian melakukan peneterasi ke kota yang lebih besar”. Hal tersebut membuat Top mulai putus asa dan berniat untuk menyusul orang tuanya ke China. Namun sebelum hal itu terjadi Top melakukan usahanya yang terakhir. Dimulai dengan mendesain kemasan produknya dan menamai produknya dengan "Tao Kae Noi", hingga membuat pabrik dengan merenovasi sebuah kantor milik keluarganya untuk memproduksi dalam skala besar. Pada akhirnya Top berhasil memenuhi semua syarat yang diinginkan oleh pihak 7eleven.
  Top masih harus berjuang meyakinkan 7-Eleven untuk dapat memasarkan produknya. Berkali-kali ditolak tetap membuat Top berusaha berubah lagi dan lagi hingga ia akhirnya berubah menjadi seperti sekarang. Setelah itu , Top Ittipat mampu menjual produknya di usia 19 tahun di 3.000 cabang 7-Eleven di Thailand. Beberapa tahun setelah itu ia berhasil dengan mudah melunasi hutang-hutang ayahnya. Dan di usia 26 tahun ia mampu mempekerjakan 2.000 staf dan mendapat penghasilan sekitar 800 juta baht pertahun(sekitar 235 milyar rupiah). 
  
Analisis 
   Dari film yang berjudul “Top Secret: The Billionaire” dapat kami menganalisis bahwa film tersebut memberi motivasi dan cara berbisnis yang baik hingga sukses, dan memulai bisinis dari titik nol , hingga menjadi pengusaha muda yang sukses, dan di film ini menggunakan berbagai macam strategi agar produk berhasil di pasarkan 
1.      Pengamatan/melakukan survey pasar sebelum berbisnis
 Seperti yang dilakukan oleh Top dia melakukan pengamatan di bidang bisnis yang akan dia jalani, mulai dari bahan baku, proses produksi, proses penyajian sampai harga yang akan dijual, dalam melakukan survey ini juga Top melakukannya kepada para konsumen sebelum menjual suatu produk.
2.      Menentukan Tempat yang Strategis 
Dalam setiap bisnis/usaha yang dijalankan oleh Top, dia memilih tempat yang strategis untuk berjualan, memang pada awalnya tempat yang digunakan tidak strategis akan tetapi dia mengganti tempat berjualannya di depan mall pada waktu Top berjualan kacang agar semua orang bisa melihat jualannya, dan tempat yang strategis merupakan hal yang sangat penting dalam berbisnis. 
3.      Pengguanaan SDM yang berkompeten dalam bidangnya 
Top berbisnis dengan pamannya,karena pamannya bisa membantu Top memasak kacang goreng sampai membuat rumput laut. Paman Top juga bisa berkomunikasi dengan baik dengan para pembeli.
4.      Menggunakan Desain Produk yang Bagus dan Menarik 
Pada awalnya bungkus produk rumput laut yang dipakai oleh Top kurang menarik, oleh karena itu produknya tidak di terima oleh pihak  7-Eleven, Setelah itu Top membuat desain produk yang menarik dan berkualitas agar konsumen percaya bahwa produk itu adalah produk yang berkualitas.
5.      Kemampuan Bernegosiasi yang Baik 
Kemampuan berdiskusi atau bernegosiasi itu sangat penting dalam perkembangan bisnis kedepannya,Top yang pintar menawar dan pintar dalam berkomunikasi dengan orang lain bahkan yang lebih tinggi jabatannya dari dia. Dengan kemampuan ini maka produk atau usaha akan bisa dikenal oleh orang lain.   
6.      Sistem Pemasaran Hutan Rimba 
 Dalam memasarkan produk rumput laut goreng, Top bekerjasama dengan 7-eleven untuk memasarkan produknya, dia menggunakan pemasaran hutan rimba, pemasaran hutan rimba yaitu bagaimana agar produk yang kita jual bisa tersebar dan terdistribusi dengan sangat luas layaknya hutan rimba. Top menggunakan 7-Eleven karena 7-Eleven telah mempunyai jaringan/cabang yang luas bukan hanya di Thailand tetapi di seluruh dunia. Sehingga dengan konsep ini produk "Tao Kae Noi" bisa tersebar ke seluruh dunia dengan sangat cepat

  Dan di dalam film ini memakai teori dari Philip Kotler (997); 5),  Philip mengatakan manajemen pemasaran (marketing management) adalah analisis, perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian atas program yang dirancang untuk menciptakan, membangun, dan mempertahankan pertukaran yang menguntungkan dengan pembeli sasaran dengan maksud untuk mencapai sasaran organisasi. seperti yang ada di dalam film ini top memiliki analisis seperti pada saat top membuat usaha kacang dan dia mengamati bagai mana cara menjual kacang tersebut agar laku di pasaran. Dengan cara mengamati para penjual lainnya, parapenjualan lain memberikan bonus, diskon dan strategi lokasi penjualan. 
    Dalam konsep pemasaran terdapat 4 unsur pokok yang perlu diperhatikan (Basu Swastha dan Hani Handoko, 1997; 5-6), yaitu: Orientasi Pada Konsumen, Integritas Pemasaran, Kepuasan Konsumen, Pemasaran Jasa Perbankan. Film ini menggunakan konsep pemasaran orientasi pada konsumen yaitu Perusahaan yang ingin mempertahankan konsumennya harus: 

Ø  Menentukan produk dan program pemasarannya
Top memiliki inisiatif untuk memproduksi rumput laut yang sudah siap saji dalam kemasan snack dan dalam program pemasarannya dia memberi label "Tao Kae Noi". Top melakukan program  pemasaran dengan cara mempromosikan produk tersebut kesebuah  Convenience store  (7-Eleven).
Ø  Menentukan kelompok pembeli yang akan dijadikan sasaran penjualan Top mengirim produk ke 7-Eleven dengan alasan 7-Eleven mempunyai cabang tersebar diseluruh Negara,termasuk di Indonesia.

Ø  Menentukan strategi yang paling baik.
Top menggunakan strategi Hutan rimba untuk memasarkan produk agar dapat cepat berkembang dengan luas.
 

Dari film ini kita dapat mengambil nilai moral sebagai pengusaha yang mempunyai semangat tinggi,nilai moral tersebut :

1.     Kita harus selalu semangat untuk mengembangkan potensi/ bakat yang kita miliki.
2.     Jika kita sudah memulai sesuatu, jangan mudah menyerah. 
3.     Kerja keras sangat dibutuhkan untuk mencapai keberhasilan.
4.    Jika kita gagal dalam mencapai kesuksesan, janganlah mudah putus asa. Karena dengan   gagal itu, kita akan belajar dari pengalaman yang ada.
5.   Keras kepala itu ternyata diperlukan, itu  akan membuat kita menjadi semakin teguh untuk meyakinkan bahwa kita mampu.

 









Selasa, 11 November 2014

Pengorganisasian #psikologi management

Riska Valentiani
16512462
Psikologi



Sungguh disayangkan proyek besar yang sudah lama di gadang-gadang bakalan menjadi andalan pemerintah PemProv DKI untuk mengatasi kemacetan terancam gagal karena tidak ada kata sepakat antara PT. JM selaku pihak Monorel dan PemProv DKI dalam hal dana dan keuntungan. Masalah monorel bukanlah masalah baru bagi rakyat Jakarta, setelah gagal ditangan FOKE muncul harapan baru pada diri Jokowi-Ahok, namun nyatanya hingga tahun ke-2 masalah monorel masih saja menjadi bagian yang belum terselesaikan.
Kalau menilik pada artikel ini masalah belum terealisasikannya monorel hinggal saat ini adalah pihak PT. JM yang menginginkan keuntungan yang terlalu besar sehingga memberatkan Pemprov DKI untuk melanjutkan proyek tersebut dan bahkan proyek ini terancam dibatalkan dan akan digantikan oleh proyek baru.
Menurut pandangan saya seharusnya diadakan rundingan antara PT. JM dan Pihak Pemprov untuk membahas tentang proyek ini dan diadakan sampai tuntas, karena sangat disayangkan kalau proyek monorel ini gagal, karena sudah banyak anggaran yang telah dikeluarkan untuk proyek ini. Apalagi sampai ingin di ganti dengan proyek yang baru sangat sangat disayangkan, hanya membuang-buang uang negara saja, dan belum tentu juga proyek ini akan berjalan lancar dan selesai sampai akhir proyek.
Jadi alangkah baiknya kalau proyek yang sedang terbengkalai ini dilanjutkan dan berani untuk melangkah maju.
 

























 



















Senin, 13 Oktober 2014

Cara memanage perusahaan yang di buat #softskill

Nama : Riska Valentiani
NPM : 16512462
Psikologi Managemen
Univeritas Gunadarma 
Psikologi/3PA07

Ilustrasi – Perusahaan Pembuatan Boneka




Saya ingin berbagi cerita tentang perusahaan yang saya bangun di mulai dari titik 0,saya membangun perusahaan pembuatan boneka-boneka lucu yang sangat di gemari oleh anak-anak kecil berbagai jenis macem boneka saya buat dengan hasil tangan saya sendiri saya menjual dengan harga yang standar tidak terlalu mahal maupun tidak terlalu murah.
Saya membangun perusahaan ini dengan modal awal sebesar Rp 2,5 juta saya memulai membuat usaha boneka untuk memenuhi kebutuhan hidup saya,saat memulai usaha saya sempat berfikir apakah usaha yang saya buka laku atau tidak. Kendala yang terjadi waktu itu adalah modal dan cara memasarkan boneka yang telah saya buat.
Masuk keluar toko tanpa rasa malu karna saya lakukan dengan motivasi utama saya untuk terus berusaha pantang menyerah,setelah 1 tahun lamanya uasaha yang saya bangun menjadi pelajaran dan sekaligus membuahkan hasil yang baik. Usahanya kemudian berkembang pesat dan banyak di minati,dalam proses pembuatan saya melatih karyawan yang ingin bekerjasama dengan usaha yang saya buat.

Ada sekitar 80 pekerja yang saya rekrut untuk membuat pola,menjahit serta membuatnya menjadi boneka yang di inginkan para konsumen. Dalam sehari pekerja mampu menghasilnya 100 boneka berukuran kecil dan 45 boneka berukuran besar saya kemudian lebih fokus cara pemasaran yang lebih meluas. Saya mempunyai treatment tersendiri agar karyawan tidak merasa jenuh atau bosan dengan pekerjaan yang di lakukannya,saya sebagai pemilik perusahaan mempunyai ide untuk menyelenggarakan acara dengan tema family gathering yang di adakan sebulan sekali. Acara ini di isi dengan kegiatan membangun motivasi yang tinggi terhadap karyawan,dengan seringnya acara ini di selenggarakan karyawan saya bersemangat dalam bekerja sehingga penghasilan pembuatan boneka selama 1 bulan mencapai Rp30 juta sampai Rp50 juta.
Inilah cara saya memanage perusahaan yang saya bangun agar tidak terjadi kerugian atau kegagalan dalam membangun perusahaan.

Selasa, 15 Juli 2014

Kesehatan Mental

Pelanggaran Lalu Lintas Oleh Anggota TNI



Riska Valentiani
16512462
2PA07

FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS GUNADARMA DEPOK
2014


Bab I
Latar Belakang
Seragam merupakan  pakaian yang telah dikenal keberadaannya. Terbukti kalau kita mempelajari sejarah kehidupan manusia semenjak jaman sejarah, pakaian seragam telah dipakai oleh para bertugas pada bagian tertentu di suatu pekerjaan yang ada di berbagai belahan dunia. Pakaian seragam  mengalami banyak perkembangan mulai dari bentuk, model, variasi orang yang memakainya, dan bahan baku dan sistem pembuatan seragam itu sendiri. Kalau kita perhatikan disekitar kita, sudah sangat banyak masyarakat yang menggunakan seragam. Macam-macam seragam, mulai dari warga sipil, pegawai negeri, pegawai swasta, sampai kepada warga militer dari berbagai bidang dan latar belakang.
Keadilan adalah ukuran yang kita pakai dalam memberikan perlakuan terhadap objek diluar dari kita. Objek yang diluar dari kita ini adalah manusia, sama dengan kita. Oleh karena itu ukuran tersebut tidak dapat di lepaskan dari arti yang kita berikan kepada manusia, tentang konsep kita kepada manusia. Bagaimana anggapan kita tentang manusia, itulah yang membawakan ukuran-ukuran yang kita pakai dalam memberikan perlakuan terhadap orang lain. Hukum adalah  peraturan yang berupa norma dan sanksi yang dibuat dengan tujuan untuk mengatur tingkah laku manusia, menjaga ketertiban, keadilan, mencegah terjadinya kekacauan, memiliki tugas untuk menjamin bahwa adanya kepastian hukum dalam masyarakat.
Disini akan membahas tentang bagaimana besarnya pengaruh seragam itu terhadap kehidupan manusia dan keadilan yang di tegakkan oleh hukum yang ada di indonesia. Uniform Complex suatu metode baru yang membahas tentang bagaimana seragam yang dipakai oleh manusia itu sangat berperan dalam kehidupan sehari-harinya. Ketika manusia memakai seragam profesi mereka seketika itu juga prilakunya berubah menyesuaikan peran seragamnya tersebut. 

 Namun ada beberapa orang yang menyalahgunakan seragam itu untuk melakukan hal-hal yang diluar dari kewajiban mereka. Ya, memang tidak semua namun kebanyakan ketika manusia memakai seragam mereka ada prilaku yang berubah entah itu kearah positif ataupun negatif. Membahas prilaku negatif dan mengesampingkan sejenak perilaku positif yang ditimbulkan oleh seragam tersebut. Seragam umumnya dipakai untuk memenuhi atau melengkapi property identitas diri dalam keseharianya. Namun tidak jarang ditemukan kasus penyalahgunaan seragam oleh beberapa orang, yang mana sering pula merugikan pihak-pihak lain.


Bab II
Pembahasan danTeori
Kasus
TNI  yang sedang berboncengan dengan menggunakan kendaraan sepeda motor melakukan pelanggaran dengan tidak menggunakan helm saat berkendara, tetapi tidak di kenakan sanksi oleh aparat hukum.
Suatu ungkapan peraturan di buat untuk di langgar mungkin bisa menggambarkan dengan kasus yang pernah temui. Kedisiplinan akhir-akhir ini mulai sangat memprihatinkan,kedisiplinan dan taat akan peraturan terlebih saat di jalanan baik masyarakat biasa ataupun aparat.
Kasus yang akan di angkatuntuk penelitian ini adalah seorang tentara yang melanggar tata tertib berkendaraan. Aparat seharusnya memberikan contoh yang baik bagi rakyat biasa,bagaimana cara berlalu lintas yang baik dan menunjukkan kedisiplinan bukan malah ikut-ikutan melanggar tata tertib lalu lintas. Inilah yang membuat citra aparat di mata masyarakat kurang baik banyak fenomena-fenomena yang terjadi akhir-akhir ini di lingkungan sekitar yang cukup mencengankan  melibatkan penyalahgunaan seragam termasuk tentara. Tentara  adalah sebagai salah satu pelindung negara. Namun diluar sana banyak kasus-kasus penyalahgunaan seragam yang melibatkan tentara, seperti beberapa pengalaman yang sering di lihat kepada tentara.
Ketika ingin berangkat  kuliah dari rumah menuju kampus di daerah kelapa dua depok. Seperti biasa melewati jalan raya yang selalu di lewati ketika berangkat kuliah,pada suatu ketika melihat dari jauh banyak polisi lalu lintas sedang melakukan razia pada semua yang berkendara sepeda motor tepatnya di daerah ciracas. Razia ini di lakukan agar semua para pengendara mematuhi peraturan ataupun menggunakan pelengkap atribut berkendara.
Banyak pengendara yang di berhentikan untuk pengecekan kelengkapan,namu tidak di sengaja melihat seorang tentara dengan seragam yang sedang mengendarai sepeda motor tanpa menggunakan helm ( pelengkap berkendara ). Tentara tersebut lewat begitu saja dengan santainya tanpa mempunyai rasa bersalah polisi pun dengan tidak tegasnya memberikan peringatan,bahkan tentara tersebut di biarkan melanjutkan perjalannya tanpa ada hukuman ( tilang ). Dapat di tanggapi sebuah seragam yang di jadikan identitas seseorang menjadikan suatu ketidak adilan hukum di negara. Dengan begitu seseorang yang menggunakan seragam sebagai identitas merasa mempunyai wewenang yang berkuasa atas seragam yang dikenakannya. 

1)   Attitude-to-Behavior Proses Model
Fazio ( dalam Prabowo : 1998 ), Hubungan sikap dan perilaku belangsung spontan. Model teoritis yang dikembangkan oleh R.H. Fazio, menjelaskan bahwa bila kita di hadapkan pada kejadian tertentu atau peristiwa yang berlangsung cepat, secara spontan sikap yang terdapat pada diri kita akan mengarahkan perilaku. Kejadian-kejadian yang kita alami menimbulkan sikap tertentu terhadap objek sikap yang kita temui. Sikap yang terbentuk akan memengaruhi persepsi kita tentang objek sikap perbuatan tersebut. Pada waktu bersamaan, pengetahuan kita tentang norma sosial-perilaku apa yang pantas atau tidak pantas dilakukan oleh seseorang berkenaan dengan suatu kejadian-juga memengaruhi persepsi mengenai kejadian tersebut. Sikap dan pengetahuan yang terdapat dalam memori kita, memengaruhi persepsi dan selanjutnya akan memengaruhi perilaku kita.  Hubungan sikap dan perilaku belangsung spontan model teoritis yang dikembangkan oleh R.H. Fazio, menjelaskan bahwa bila kita di hadapkan pada kejadian tertentu atau peristiwa yang berlangsung cepat, secara spontan sikap yang terdapat pada diri kita akan mengarahkan perilaku. Dalam teori ini hubungaannya dengan perilaku TNI yang tidak mematuhi peraturan adalah mereka bertindak seperti itu spontan saja karena dalam situasi yang mendesak. Ini karena naluri sesaat muncul begitu saja dengan cepat refleknya. Para anggota TNI spontan memiliki hasrat untuk memuaskan diri merasa berkuasa karena mereka memiliki peran dan wewenang

2)   Teori Psikologi Kepribadian
Sigmund Freud ( dalam Basuki : 2008 )  mengusulkan sebuah dinamika atau prinsip motivasional untuk menerangkan kekuatan-kekuatan yang mendorong tindakan manusia. Bagi freud, freud manusia termotivasi untuk mencari kesenangan serta menurunkan ketegangan dan kecemasan. Motivasi ini di peroleh dari energi psikis dan fisik dari dorongan-dorongan dasar yang mereka miliki. Dorongan bekerja sebagai tekanan motivasional yang konstan. Sebagai stimulus internal, dorongan ini berbeda dengan stimulus eksternal karena seseorang tak bisa menghindari dari stimulus internal. Menurut Freud (1933-1964), dorongan digolongkan berdasarkan dua kategori, yaitu seks atau eros dan agresi, distraksi atau Thanatos.  Prinsip motivasional untuk menerangkan kekuatan-kekuatan yang mendorong tindakan manusia. Dorongan bekerja sebagai tekanan motivasional yang konstan. Freud manusia termotivasi untuk mencari kesenangan serta menurunkan ketegangan dan kecemasan.
Melalui teori ini anggota TNI bertindak arogansi seperti itu karena mereka memiliki dorongan dalam diri sendiri ingin menguasai masyarakat lain karena merasa memiliki kekuasaan sebagai anggota TNI dengan dorongan tersebut mereka termotivasi merasa berkuasa.

3)        Teori belajar behavioritik
Ivan Pavlov ( dalam Feist :  2010). Dikemukakan oleh psikolog behavioristik yang sering di sebut ‘‘ contempory behaviorista’’ atau ‘‘ S-R psychologists’’ berpendapat bahwa tingkah laku manusia itu dikendalikan oleh ganjaran ( reword ) atau penguat ( reinforcement ) dari lingkungan. Dengan demikian tingkah laku belajar terdapat jalinan yang erat antara reaksi-reaksi behavioral dengan stimulasinya.
Teori yang mengawali perkembangan psikologi behavioristik
Psikologi ini mulai mengalami perkembangan dengan lahirnya teori tentang belajar yang di pelopori oleh Thomdike, Paviov, Wabon, dan Ghuthrie. Teori belajar Thomdike (1874-1949) di AS yang di sebut ‘‘connectionism’’ atau ‘‘ trial-and-error’’ karena belajar merupakan proses pembentukan koneksi antara stimulus dan respon. Dalam psikologi, dan pendidikan, pembelajaran secara umum di definisikan sebagai suatu proses menyatukan kognitif, emosional, dan lingkungan pengaruh dan pengalaman untuk memperoleh, meningkatkan, atau membuat perubahan pengetahuan satu, ketrampilan, nilai, dan pandangan dunia (illeris,2000;Ormorod, 1995). Bahwa tingkah laku manusia itu dikendalikan oleh ganjaran ( reword ) atau penguat ( reinforcement ) dari lingkungan.
Dalam teori ini anggota TNI mendapatkan reword atas apa yang di perbuat   dengan cara memenuhi panggilan polisi razia dalam pelaksanaan penertiban pengguna kendaraan di jalan raya. Lingkungan  masyarakat yang tidak berani menegur karena masih lemah sehingga anggota  TNI berani bertindak arogan saat melakukan kesalahan. Di tambah lagi walaupun mereka bertindak arogan seperti itu mereka masih terlindungi oleh hukum jadi tidak mungkin di penjara ini juga termasuk reword untuk anggota TNI sehingga mereka tidak segan-segan lagi dalam bertindak karena mereka di lindungi oleh hukum negara.

Kesimpulan
Seragam sangatlah besar pengaruhnya dalam prilaku kehidupan manusia. Ketika seseorang menggunakan seragam tertentu maka ia akan mengikuti karakter yang sesuai dengan seragam yang ia kenakan. Sama halnya seperti seragam TNI maka secara otomatis orang itu akan berprilaku tegas, keras, disiplin sesuai fungsinya yaitu menjaga keamanan negara. Terkait masalah diatas dapat ditarik kesimpulannya adalah kurangnya kesadaran dari aparat TNI dan ketegasan dari pihak polisi yang bertugas melakukan razia kelengkapan, terkesan memilih-milih aparat dan masyarakat biasa sehingga hal-hal ketidakadilan seperti ini terjadi.

Saran
Banyak yang harus dibenahi dari pihak polisi maupun anggotan TNI terkait  kasus pelanggaran lalu lintas yang di lakukan aparat TNI. Mesti ada kesadaran dari pihak TNI bahwa mereka adalah aparat negara yang kesehariannya menjadi sorotan masyarakat, dan menjadi contoh dari masyarakat sehingga para aparat dapat bersikap lebih disiplin, dan bersikap sebagai mana seorang aparat negara. Pihak polisipun sebagai pihak ketahanan negara yang sedang menjalankan tugas seharusnya dapat bersikap lebih tegas, berani bertindak walaupun yang melanggar itu adalah anggota TNI. Tidak tebang pilih entah itu aparat maupun rakyat biasa, dan khusus buat aparat negara seharusnya mereka ditindak lebih tegas karena mereka sebagai pemberi contoh yang baik, pemberi contoh disiplin bukan malah ikut-ikutan melanggar peraturan lalu lintas agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali. 



Daftar Pustaka

Heru Basuki, A.M. (2008). Psikologi Umum. Jakart: Penerbit Gunadarma.
Riyanti, D.B.P SH.Prabowo (1998.) Psikologi Umum 1. Jakarta: Penerbitan Gunadarma
Riyanti,Dwi. Hendro Prabowo (1998). Psikologi Umum 2. Jakarta: Penerbitan Gunadarma
Jess.Feist. (2010). Psikologi Kepribadian. Jakarta Selatan: Penerbitan Salemba Humanika
Sri, Rumin.(Eds.). (2006). psikologi pendidikan.Yogyakarta : UNY Press







 
Copyright 2012 Mine. Powered by Blogger
Blogger by Blogger Templates and Images by Wpthemescreator
Personal Blogger Templates